
TERNATE – Massa Aksi Cipayung Kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kediaman Gubernur provinsi Maluku Utara, ratusan Mahasiswa dari kelompok Cipayung ini menuntut pemerintah segera menaikan harga komoditi Kopra.
Untuk mengamankan aksi tersebut, Polres Ternate dan Polda Maluku Utara menurunkan kurang lebih 600 personil. Kamis (29/11/2018).
Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda, saat ditemui disela-sela aksi tersebut, menyampaikan personil yang diturunkan untuk pengamanan aksi ini sebanyak 600 personil. Sebelum bentrokan terjadi Kapolres Ternate ini telah menghimbau agar pelaksanaan aksi bisa berjalan dengan tertib, damai dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat yang lain serta tidak mengganggu fasilitas – fasilitas negara yang dapat menghambat fungsi pelayanan masyarakat,” kata Kapolres
Aksi yang dilakukan kelompok Cipayung ini di temui langsung Gubernur provinsi Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba, Lc didampingi Kepala Dinas Perikanan, Buyung Radjilun.
Dalam pertemuan terbuka itu, massa aksi yang dikordinir langsung oleh OKP Cipayung (PMII, HMI, GMNI, KAMMI, GMKI) ini menuntut agar Gubernur KH Abdul Gani Kasuba menandatangani MoU (Perjanjian) Okp Cipayung Plus dalam hal penanganan Kenaikan Harga Kopra menjadi Rp. 8.000- dalam waktu 1×24 jam.
Namun Gubernur Maluku Utara meminta waktu kepada massa aksi agar mempelajari dulu isi MoU tersebut. Tak lama saat gubernur meninggalkan massa aksi, diduga ada pihak yang sengaja masuk membuat suasana menjadi Ceos, bentrokan dan saling kejar-kejaran pun terjadi.
Saat ini sebanyak 12 orang massa aksi yang dianggap provokator ditahan oleh Polres Ternate, satu orang massa aksi diduga dianiaya oknum kepolisian mengalami luka parah dibagian kepalanya.
Polisi Diduga Aniaya Mahasiswa
