
Korban saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Tentara (RST) atas nama Riskiawan Hasan (20), adalah Mahasiswa Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Wawan mengaku dianiaya oleh dua orang anggota Polres Ternate.
“Saya mau lari pada saat gas air mata dilepaskan, tetapi saya dipukul (borong) oleh dua orang anggota Intel polres sampai tidak sadarkan diri, ketika sadar saya sudah di rumah sakit, tapi saya merasa kepala saya sangat berat akibat dipukuli,” kata korban dengan nada pelan saat ditemui di RST.
Kapolres Ternate: Dugaan pengeroyokan kepada Mahasiswa Masih penyelidikan
Menanggapi aksi premanisme oknum Polisi yang menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka. Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda, menuturkan. Dugaan pengeroyokan oknum anggota Polisi, Ia mengakui masih penyelidikan
“Kan itu masih dugaan, karena pas kejadian saya juga terfokus massa. Namun yang pasti kita belum tahu apakah wawan dikeroyok ataukah tidak nanti diselidiki” sembari mengakui sebagai bentuk pertanggung jawaban pihak Kepolisian saya sudah mendatangi korban di RS Tentara, kemudian membawa ke RSUD Chasan Bosoire.
Disentil apakah protap pengamanan sudah sesuai SOP ataukah tidak hingga menyebabkan korban luka hingga satu dirawat di RSUD. Pada prinsipnya pengaman sudah sesuai SOP. Hanya saja karena konsentrasi massa yang begitu banyak, tidak dapat terkontrol.
“Kejadian hingga ada jatuh korban itu. Kita sudah tegur jangan anarkis. Namun masih dilakukan pelemparan batu sehingga kami menembaki gas air mata, dan massa lari sehingga diduga korban itu karena pada saat lari sehingga terjatuh,” tegasnya.
Kecam tindakan Represif Oknum Anggota Kepolisian
