Bentrok Dengan Aparat Kepolisian, 12 Mahasiswa Ditahan, 1 Luka Berat

Kapolres Ternate saat mengunjungi salah satu korban Mahasiswa yang diniaya

Korban saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Tentara (RST) atas nama Riskiawan Hasan (20), adalah Mahasiswa Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Wawan mengaku dianiaya oleh dua orang anggota Polres Ternate.

“Saya mau lari pada saat gas air mata dilepaskan, tetapi saya dipukul (borong) oleh dua orang anggota Intel polres sampai tidak sadarkan diri, ketika sadar saya sudah di rumah sakit, tapi saya merasa kepala saya sangat berat akibat dipukuli,” kata korban dengan nada pelan saat ditemui di RST.

Kapolres Ternate: Dugaan pengeroyokan kepada Mahasiswa Masih penyelidikan

Menanggapi aksi premanisme oknum Polisi yang menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka. Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda, menuturkan. Dugaan pengeroyokan oknum anggota Polisi, Ia mengakui masih penyelidikan

“Kan itu masih dugaan, karena pas kejadian saya juga terfokus massa. Namun yang pasti kita belum tahu apakah wawan dikeroyok ataukah tidak nanti diselidiki”  sembari mengakui sebagai bentuk pertanggung jawaban pihak Kepolisian saya sudah mendatangi korban di RS Tentara, kemudian membawa ke RSUD Chasan  Bosoire.

Disentil apakah protap pengamanan sudah sesuai SOP ataukah tidak hingga menyebabkan korban luka hingga satu dirawat di RSUD. Pada prinsipnya pengaman sudah sesuai SOP. Hanya saja karena konsentrasi massa yang begitu banyak, tidak dapat terkontrol.

“Kejadian hingga ada jatuh korban itu. Kita sudah tegur jangan anarkis. Namun masih dilakukan pelemparan batu sehingga kami menembaki gas air mata, dan massa lari sehingga diduga korban itu karena pada saat lari sehingga terjatuh,” tegasnya.

Baca Juga:  Hilang Selama Lima Hari, Warga Pulau Gebe Ditemukan di Raja Ampat

Kecam tindakan Represif Oknum Anggota Kepolisian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *