Bentrok Dengan Aparat Kepolisian, 12 Mahasiswa Ditahan, 1 Luka Berat

Praktisi Hukum, Abdul Kader Bubu

Akademisi Universitas Khairun yang juga Praktisi Hukum, Abdul Kader Bubu, mengutuk keras tindakan Represif Oknum Anggota kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan terhadap sejumlah massa aksi yang menuntut kenaikan harga kopra.

Menurut Praktisi Hukum Universitas Khairun ini, Oknum anggota Polisi yang melakukan aksi anarkis tersebut tidak bisa diberi toleransi.  Selanjutnya menurut Dade Bubu, korban tidak terlibat dalam aksi pelemparan batu ke kerumunan masa sehingga terjadinya bentrok. Karena korban posisinya didepan massa aksi.

Dikatakan aparat Kepolisian tentunya sudah memiliki hasil identifikasi siapa saja yang melakukan pelemparan dan pasti sudah mengantongi hal itu.

“ Jangan membabi buta dan menyerang orang yang tidak terkait dengan aksi pelemparan tersebut,” kecam Dia.

Dia juga menyampikan agar, teman-teman OKP Cipayung dan seluruh massa aksi Kopra segera melakukan konsolidasi agar melaporkan ke Mabes Polri dan DPR  RI komisi terkait.

“Polisi pasti tahu cara membubarkan massa aksi dengan baik dengan benar, Hal ini harus segera disikapi karena polisi sudah salah besar dalam posisi ini,” tegas Dad Bubu yang juga presidium Komunitas Jarod Malut ini.

PMII Cabang Ternate Kecewa dengan Pihak Keamanan

Ketua Cabang PMII Ternate, Bahrun Mustafa, mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak keamanan yang sudah menganiaya salah satu Kadersnya hingga tak sadarkan diri.

“Kami mengutuk keras aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pihak keamanan, wawan adalah kader PMII. ” tegas Bahrun

Baca Juga:  Hari Natal, 8 Napi Lapas Labuha Terima Remisi

(iL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *