Bentrok Dengan Aparat Kepolisian, 12 Mahasiswa Ditahan, 1 Luka Berat

Penganiayan kepada Mahasiswa saat dirawat di Rumas Sakit

Riskiawan Hasan Alias Wawan (20) mahasiswa semester 3 ini diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota polisi, pada saat mengamankan aksi demonstrasi harga kopra di depan rumah dinas Gubernur Maluku Utara, tepatnya di Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah.

Wawan diduga dianiaya oknum aparat kepolisian Polres Ternate, hingga nyaris tewas. Aksi serang antara pihak kepolisian dengan ribuan massa aksi terjadi pada pukul 12:00 WIT, kemudian tensi mulai memanas dan polisi kemudian mengeluarkan tembakan gas air mata di kerumunan massa aksi.

Polisi kemudian berhasil memukul mundur para demonstran dari cipayung ini, tepatnya pada pukul 15:30. WIT, konsentrasi massa pun sudah mulai memanas sehingga Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata secara rentetan.

Akibatnya kericuhan pun terjadi, Polisi berhasil mengamankan beberapa mahasiswa. Salah satunya Riskiawan Hasan (Wawan), namun karena diduga dianiaya oknum Polisi Wawan mengalami luka kritis, hingga mengeluarkan dara di mulutnya. Pada pukul 17: 25 WIT, melihat keadaan Wawan yang sudah kritis. Rekan-rekan massa aksi kemudian melarikan Wawan ke Rumah Sakit Tentara (RST) untuk dilakukan perawatan.

Sesampainya di RS tentara pada pukul 17: 54 WIT, Wawan kemudian mendapat perawatan dari tim medis RS Tentara. Namun karena melihat Wawan semakin kritis rekan-rekan massa aksi kemudian rujuk Wawan ke RS Umum Daerah Chasan Bosoire untuk dilakukan perawatan intensiv.

Baca Juga:  Terlibat Politik, Lima ASN Pemkab Halsel Dapat Sanksi KASN

 

Korban di larikan ke RST lalu di rujuk ke RSUD Chasan Bosoire

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *