oleh

Bupati Elang Minta Kontraktor Percepat Pembangunan Pasar Fagogoru

-Daerah-1.328 views
Bupati Halteng Edi Langkara di dampinggi Plt Sekda Halteng Saiful Samad serta tokoh agama saat melakukan peletakan batu pertama.

WEDA – Pembanggunan pasar modern Fagogoru di Desa Fidy Jaya Kecamatan Weda dimulai. Dimulainya pembangunan pasar modern Fagogoru itu, ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Halmahera Tengah (Halteng) Edi Langkara, Rabu (20/3/19).

Menurut Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Disperindagkop-UKM) Safri, pembangunan pasar modern Fagogoru yang telah dilakukan peletakan batu pertama oleh pak Bupati itu, dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 sebesar Rp 41 miliar, proyek pasar Modern dibangun dengan menggunakan sistem Multiyears atau tahun jamak dan dikerjakan oleh PT Intim Kara sebagai pemenang tender dengan masa waktu pekerjaan dua tahun.

“Pasar modern dibangun diatas lahan milik pemda Halteng dengan luas lahan 15.453 M2. bangunan pasar moderen dibangun dua lantai dengan luas bangunan 3.406 M2 dan terdapat fasilitas kios tipe 25 sebanyak 46 unit,” jelasnya.

Safri menambahkan, selain kios tipe 25 ada juga fasilitas Los 2 area, toilet, lavatori dan ruang panel. Untuk lantai dua, luas lantai 3.416.80 M2 dengan fasilitas kios tipe 40 sebanyak 12 unit, tipe 50 sebanyak 2 unit, minibar 14 unit, food corn 2 area dan restoran 2 unit.

“Dibangunnya pasar modern Fogogoru untuk mewujudkan tata ruang ibu kota Halteng yang memadai, serta memberi tempat yang representatif dan nyaman bagi pedagang dan masyarakat yang berbelanja sehari hari. Selain itu, pasar bukan saja menjadi pusat ekonomi, tapi juga menjadi objek wisata baru di Halteng,” katanya.

Sementara Bupati Edi Langkara dalam sambutannya saat meletakan batu pertama menyampaikan, pembangunan pasar modern sebagai prasarana vital bagi pembangunan sebuah kota atau sebuah daerah dalam prespektif ekonomi dan sosial budaya. Di tempat pembangunan pasar modern ini, pada saat kepemimpinan Hi. Hasan Doa, pasar tersebut mengalami kebakaran pada tahun 2016, sehingga sangat menyusahkan hati warga Halteng khususnya penghuni kota Weda, dan pelaku ekonomi Pasar.

“Pusat akumulasi ekonomi atau pusat perbelanjaan yang mandek dari tiga tahun ini, membuat para penjual menahan hingga berjualan di pinggir jalan dan merusak keindahan kota Weda,” ungkap bupati.

Pembangunan pasar modern, kata Edi, harusnya telah dibangun sejak tahun 2018, namun ada sesuatu dan lain hal berkaitan dengan mekanisme anggaran, sehingga tahun ini baru dianggarkan melalui APBD dengan sistem pembangunan multiyears.

“Pembangunan ini ditargetkan dua tahun, padahal sesuai peraturan perundang-undangan sistem multiyears harusnya pembangunan tiga tahun, karena menggunakan tahun ganjil. Siatem multi udara dilakukan, karena mengingat beban daerah di sektor keuangan itu tidak cukup untuk dibangun pada satu tahun anggaran,” jelasnya.

Mantan Anggota DPRD Halteng itu berharap, semua elemen masyarakat agar membantu mengawasi pembangunan pasar modern, sehingga dari pihak ketiga atau para pekerja sendiri tidak merasa terganggu dengan orang orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin memperlambat proses pembangunan Pasar Fagogoru.

“Saya berharap kepada direksi agar mempercepat pembangunan pasar, bila perlu dari target kita dua tahun diharapkan satu tahun setengah saja, sebab kebutuhan pembangunan pasar ini sangat mendesak bagi pelaku ekonomi dan warga Halteng. (ilx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *