oleh

Diduga Sunat Dana DPK, Lurah Tarau Dipolisikan

-Hukrim-1.727 views
Foto tokoh Masyarakat Tarau mendatangi kantor Ditreskrimus Polda Malut, Kamis tadi

TERNATE – Perwakilan masyarakat Kelurahan Tarau, Kamis (7/2/2019), sekitar pukul 10:30 WIT, mendatangai kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara, kedatangan tokoh masyarakat dalam rangka mempolisikan Lurah Tarau, Risal Tomagola, yang diduga menyunat Dana Perimbangan Kelurahan (DPK) 2018-2017.

Ini dibenarkan juru bicara Mapolda Malut, AKBP Hendry Badar, menuturkan. Kedatangan tokoh masyarakat Kelurahan Tarau, ke Ditreskrimsus Polda Malut, mereka melaporkan dugaan penggelapan dana DPK 2018-2017.

Meski begitu ini masih bersifat pengaduan. Karena pelapor belum melengkapi laporan resmi secara administrasi. “Setelah konsultasi ke penyidik Ditreskrimsus, penyidik mengarahkan agar melengkapi dokumen DPK yang diselewengkan oknum lurah” terang Hendry.

Terpisah ketur RT 03 Kelurahan Tarau, Nurdin Kader, ketika dihubungi via handphone. Mengakui, alasan mereka membawa kasus ini ke ranah hukum karena, tidak ada transparansi dari lurah terkait dengan dana DPK sejak 2017-2018.

“Kami terpaksa melaporkan masalah ini ke penegak hukum karena selama dua tahun kami bersabar, namun kenyataanya transparansi lurah terkait anggaran DPK pun tidak terbuka ke masyarakat” tegas Nurdin.

Diakui, pihaknya tidak mengklaim Lurah tidak menggelapkan dana DPK senilai Rp, 180 juta dalam kurung waktu dua tahu, hanya saja sikap lurah yang tidak transparan ke masyarakat sehingga pihaknya akan melaporkan lurah ke Polda Malut.

“Rencananya besok (Jumat-red) kami akan masukan laporan polisi secara resmi sekaligus menyerahkan bukti-bukti yang kami pegang” akuinya.

Sebelum kasus ini dibawah ke ranah hukum, Nurdin mengakui, pihaknya sudah lebih awal melaporkan ke Omdudsman selaku lembaga pengawasan, serta ke Pemerintah Kota Ternate, hanya saja sampai saat ini belum ada kejelasan.

“Kami sudah laporkan ke Ombudsman maupun hering ke pemkot Ternate, tapi itulah tidak ada transparansi anggaran yang membuat kami lapor ke polisi” tegasnya

(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *