oleh

Dirjen IKM Dan Aneka, Puji Bupati Danny Missy

-Ekonomi-1.145 views

Sentra IKM Kelapa Terpadu Dapat Menekan Angka Pengangguran

JAILOLO – Direktur Jendral (Dirjen) Industri Kecil Menengah (IKM) dan Aneka, Gati Wibawaningsih mengapresiasi langkah Bupati Danny Missy dalam membangun Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kelapa Terpadu di Desa Acango Kecamatan Jailolo.

Gati saat meresmikan Sentar IKM Kelapa Terpadu, Selasa (9/4/19) menyatakan, masyarakat Halmahera Barat (Halbar) harusnya bersukur memiliki Bupati seperti Danny Missy, karena anjloknya harga kopra saat ini, bukan saja dirasakan masyarakat Halbar, tapi diseluruh Indonesia merasakan hal yang sama, karena harga kopra turun secara global, tapi turunya harga kopra yang saat ini meresahkan masyarakat, Bupati Danny langsung mengambil langkah untuk membangun Sentra IKM Kelapa Terpadu, sehingga apa yang dilakukan oleh Bupati harus diapresiasi.

“Masyarakat harus bersukur memiliki Bupati seperti pak Danny, karena hadirnya Sentra IKM Kelapa Terpadu, bisa menjawab anjloknya harga kopra saat ini, sehingga para petani bisa menambah pendapatan melalui Sentra IKM kelapa terpadu,”ungkap Gati saat meresmikan IKM kelapa terpadu, Selasa (9/4/19).

Ia menambahkan, untuk pemasaran hasil dari Sentra IKM kelapa terpadu, Kementrian Perindustrian bakal memfasilitasi bersama Provinsi Malut, agar dianggarkan biaya pemasaran atau produksi melalui Dana Dekonsentrasi. Selain itu, pemasaran dilakukan secara digitalisasi, sehingga orang luar negeri juga bisa melihat hasil produk dari sentra IKM kelapa terpadu yang ada di Halbar.

“Jadi kami akan bantu untuk pemasaran hasil produk dari Sentara IKM kelapa terpadu yang ada di Halbar,”katanya.

Sementara Bupati Danny Missy menyampaikan, Sentra IKM kelapa terpadu akan mengolah buah kelapa menjadi beberapa produk diantaranya Sabut Kelapa, Minyak Kelapa dan VCO, namun VCO akan menjadi unggulan, karena pada saat promosi dilakukan di Surabaya Provinsi Jawa Timur, sudah banyak peminat yang memesan VCO, sehingga CVO menjadi produk yang paling diunggulkan.

“Jadi banyak prodak yang akan dihasilkan dari Buah kelapa, sehingga petani yang punya kelapa bisa menjualnya ke IKM kelapa terpadu,”ungkapnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Halbar itu menjelaskan, kebun kelapa di Halbar luasnya 34 ribu hektar, jadi hampir sebagian besar masyarakat Halbar adalah petani kelapa, sehingga berapapun VCO yang dibutuhkan, maka bisa disiapkan, karena bahan baku kelapa sangat banyak.

“Jadi tinggal diatur bagaiman agar 34 ribu hektar kelapa ini bisa masuk ke industri, olehnya itu, kita bekerjasama dengan perusda dan kelompok petani kelapa untuk memasukan kelapa ke industri,”jelasnya.

Danny mengaku, hadirnya Sentra IKM kelapa terpadu betul betul untuk pemberdayaan masyarakat, jadi dikelolah langsung oleh masyarakat, bukan pengusaha pengusaha tertentu.

“Target kedepan dengan hadirnya rumah industri ini, maka bisa menekan angka pengangguran, karena rumah industri ini ada lima ruangan, jadi kalau satu ruangan 60 orang, maka sudah 300 orang yang bekerja. Jadi kalau semakin banyak yang bekerja, maka bisa menekan angka pengangguran dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,”pungkasnya.

Hadir dalam acara peresmian sentra IKM Kelapa Terpadu, kemarin, Para Direktur Dirjen IKM, Kadisperindagkop Martinus Djawa, unsur Forkompimda, pimpinan SKPD lingkup Pemkab Halbar serta para kelompok yang mengelolah IKM kelapa terpadu.  

(HB/PN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *