oleh

HCW Minta Kejati Malut Tindak Kontraktor dan Pimpinan CV. Rajawali Timur

Wakil ketua HCW. Rajak Idrus

TERNATE – Halmahera coruption watch (HCW) Maluku Utara (Malut) kembali menyoroti kasus pengadaan alat dan mesin di Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikjar) Provinsi Maluku Utara pada tahun 2017.

Wakil ketua HCW Rajak Idrus kepada sejumlah wartawan, Rabu (26/9/2018), menyampaikan dalam investigasi yang dilakukan HCW telah menemukan proyek pengadaan peralatan praktek SMK Agrobisnis dan Holti Kultura yang di laksanakan oleh CV Rajawali timur senilai Rp 2.069.595.000 Miliar tertanggal 28 Agustus  tahun 2017 dilaksanakan tidak sesuai dengan spek atau kontrak.

Padahal Menurut Rajak, proyek yang melekat di Dikjar Malut ini memakan anggaran yang cukup besar. ” Dalam waktu dekat HCW akan melaporkan secara resmi kontraktor CV Rajawali Timur serta Pimpinannya  ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara,” tegas pria asal Gane Timur ini.

Ia menilai Kontraktor yang melaksanakan proyek pengadaan tersebut juga tidak bertanggungjawab, ini menyusul dengan audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara dengan nomor temuan 17.C/LHP/XIX/TER/2018 pada tanggal 22 Mei tahun 2017 menemukan kerugikan keuangan Negara sebesar Rp  1.237.200.000. Miliar.

Dengan temuan BPK ini, pihak HCW Maluku Utara meminta Kejaksaan Tinggi Maluku Utara segera memanggil kontraktor CV.  Rajawali timur agar di periksa sesuai  dengan Hukum yang berlaku.

“ Ini kesengajaan melawan Hukum yang dilakukan oleh Pimpinan CV Rajawali Timur maupun Kontraktornya sehingga mengakibatkan kerugian Negara yang sangat besar,” tegas Rajak. (Fan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *