oleh

Heboh ! Ada Nama Bupati Dalam Rekaman Percakapan Kades Wayatim dan Bendahara

-Daerah-1.876 views
Ilustrasi

HALSEL – Masyarakat Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dihebohkan dengan rekaman percakapan antara Kepala Desa Wayatim, Zainudin Hi. Adam dan Bendahara Nasrun Hi. Sadik.

Dalam percakapan kurang lebih 22 menit 39 detik tersebut membahas anggaran Desa Wayatim menjelang pelantikan Kepala Desa Se-Halmahera Selatan pada bulan September 2017 pekan lalu.

Perlu diketahui, sebelumnya masyarakat Desa Wayatim melakukan unjuk rasa besar-besaran pada Senin (25/2), dihadapan kantor Bupati Halmahera Selatan, Inspektorat, Polres, DPRD Halsel dan Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Halmahera Selatan dengan tuntutan pemeriksaan kepala desa dan bendahara yang kompak menikmati anggaran dana desa dan dana desa (ADD-DD) tahun 2017-2018.

Tindakan tidak terpuji ini membuat emosi dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Kepala Desa dan Bendahara semakin meluas.
Rekaman percakapan antara kades dan bendahara Wayatim, terungkap setelah ditemukan oleh seorang mahasiswa asal Desa Wayatim bernama M. Risman.

Kepada Focusmalut.com, Sabtu (9/3) Ketua OKK Desa Wayatim, Afandi Amir mengakui bahwa rekaman tersebut ditemui didalam leptop milik salah satu pengurus OKK bernama M. Risman pada saat memutar musik.

Mengutip percakapan dari Bendahara, Nasrun Hi. Sadik mengatakan bahwa sisa anggaran Desa dimasa jabatan Karateker Fadlan S. Ibrahim juga dinikmati bersama dengan Zainudin Hi. Adam sebagai ketua BPD tanpa diketahui oleh Masyarakat Desa Wayatim.

Untuk diketahui bersama bahwa Fadlan S. Ibrahim merupakan Kepala SD Wayatim yang diangkat menjadi Karateker Kepala Desa sejak Januari hingga Juni 2017.

Anggaran Desa Wayatim tahun 2018 mencapai miliaran rupiah segera dicairkan paska selesai pelantikan kepala Desa,” ujar Nasrun dalam rekaman.

Dalam percakapan via handphone (Hp) itu Bendahara selalu membawa nama Bupati Halmahera Selatan, Kepala dinas BPMD, Dahrun Kasuba dan Pihak Inspektorat.

Saat ini masyarakat Desa Wayatim menunggu pihak Kepolisian Halmahera Selatan untuk memanggil paksa Kepala Desa Wayatim dan Bendahara untuk dimintai klarifikasi. Hal ini dikarenakan pihak Inspektorat sudah melakukan pemanggilan selama tiga kali tapi tidak indahkan.

Olehnya itu Inspektorat meminta bantuan pihak kepolisian guna menjemput langsung yang bersangkutan. (ieL Fcs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *