oleh

Ini Penjelasan Kabag Kesra Terkait Masjid Nurul Ya’qin Onemay

-Daerah-959 views
Rapat kerja DPRD Pultab bersama pimpinan OPD di ruang paripurna DPRD Pultab, Kamis (29/8/30) | Foto: Raka

TALIABU – Pada tahun 2018 Pemda Pulau Taliabu (Pultab) menganggarkan Rp 5 M untuk 10 rumah ibadah baik masjid maupun gereja, yang salah satunya adalah pembangunan masjid Nurul Ya’qin di desa Onemay.

Kabag Kesra Mansu Mudo mengatakan bahwa proposal pembangunan masjid Nurul ya’qin yang masuk ke Bappeda dan didisposisikan oleh Kesra sebesar Rp 950.000.000,-(sembilan ratus lima puluh juta rupiah).

“Proposal awal itu sebesar Rp 950.000.000,-(sembilan ratus lima puluh juta rupiah) namun di acc sebesar Rp 750.000.000,-(tujuh ratus lima puluh juta rupiah),” kata Kabag Kesra Mansu Mudo saat menanggapi pertanyaan dari salah satu anggota komisi III DPRD Pultab, Kamis (29/8/2019) kemarin.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada aturan resmi dalam bantuan hibah baik gereja maupun mesjid untuk adanya kesapakatan atau MoU dengan pihak ketiga, untuk itu pemda tidak mencampuri soal ada pihak ketiga.

“Kalau pihak ketiga itu urusan panitia, karena diaturan juta tidak mengikat, tidak melarang juga kalau panitia menggunkan pihak ketiga,” jelasnya.

“Yang jelas anggaran sebesar Rp 750.000.000,-(tujuh ratus lima puluh juta rupiah) masuk langsung ke rekening panitia dan yang mencairkan adalah Ketua panitia bendahara dan sekretaris,” sambungnya.

Namun, lanjut kabag kesra, kami tidak akan melepas tangan terkait dengan Onemay. Disaat kami melakukan monitoring evaluasi waktu itu, terdapat dua item pekerjaan yang tidak dilaksanakan yaitu penutup plafon gipsun dan pengecetan. Kemudian sudah memanggil ketua panitia sebanyak 2 kali dan menegur keras agar segera menyelesaikan pekerjaannya.

“Terkait pengawasan, kami sudah lakukan itu dan dokumen pelaporannya bisa dilihat, kemarin sudah diperiksa oleh BPK dan sudah ada kesepakatan untuk dilanjutkan atau diselesaikan,” ucapnya.

Untuk meredahkan opini yang berkembang dimasyarakat, pemda pulau taliabu bersama pihak-pihak terkait berencana untuk turun ke desa Onemay.

“Kita siap turun ke lapangan untuk melihat langsung, agar tidak ada opini yang berkembang bahwa ada kong kalikong didalam,” jelasnya. (Sb).

Komentar