oleh

Kapolda Pimpin Pengambilan Sumpah Dan Penandatanganan Pakta Integritas Rekrutmen Bintara Polri

-TNI-POLRI-1.525 views
Brigjen Pol Drs. Suroto Saat Memberikan Sambutan. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

TERNATE – Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Drs. Suroto, didampingi Karo SDM Polda Malut, Kombes Pol. Satria Yusada, memimpin kegiatan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas penyelenggaraan rekrutmen proaktif penerimaan Bintara Polri tahun 2020, sekaligus menyaksikan penandatanganan MoU bersama antara Polda Malut, LSM dan Instansi terkait.

Kegiatan tersebut bertempat di Aula Polda Malut dan dihadiri para pejabat utama Polda Malut, Kadis Dikjar Provinsi Malut, Kakanwil Kemenag Malut, Kadis Dukcapil Kota Ternate, Ketua HIPMI Malut, Ketua LSM Malut, orang tua serta peserta seleksi yang berjumlah 34 orang, Selasa (10/12/2019).

Kapolda Malut, dalam sambutannya mengatakan dalam rangka menindaklanjuti program prioritas Kapolri untuk mewujudkan SDM yang unggul, maka perlunya langkah-langkah komprehensif untuk melakukan penataan pada bidang rekrutmen untuk mewujudkan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, humanis dan berbasis IT serta dapat diakses oleh Publik.

“Karena memang sejatinya rekrutmen yang baik memilki peran sangat penting menciptakan postur personel Polri dalam organisasi Polri,” ucapnya.

Menjawab paradigma tersebut, lanjut Kapolda untuk mendapatkan calon anggota Polri yang mempunyai kompetensi khusus dan talenta, maka diselenggarakan rekrutmen proaktif pada penerimaan Polri T.A 2020 secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis serta clear dan clean baik ditingkat panda maupun tingkat pusat, ” sambungnya.

“Polri juga berkomitmen pada semua proses penerimaan calon anggota Polri, tidak ada KKN, Broker, Pungli. Apalagi rekayasa dan konspirasi serta menerapkan diskualifikasi bagi peserta seleksi yang menggunakan sponsorship, ataupun memo,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kapolda sebagai penanggungjawab penyelenggaraan rekrutmen proaktif panda Polda Malut, menekankan beberapa hal untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh panitia dan peserta.

“Pertama, pakta Integritas ini pada hakekatnya merupakan pernyataan kesiapan dan kesanggupan dengan menjunjung tinggi sumpah jabatan dihadapan Tuhan Yang Masa Esa, sehingga diharapkan tidak hanya sebagai formalitas semata, namun benar-benar diterapkan selama proses seleksi berlangsung. Kedua, kepada panitia seleksi serta pengawas internal dan eksternal, agar menyelenggarakan seleksi ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tangung jawab, sehingga tidak ada lagi penyalahgunaan wewenang. Ketiga, kepada para peserta agar mengikuti seleksi ini dengan baik, serta tidak berupaya untuk melakukan kecurangan, jangan percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Apabila ada oknum Panitia maupun peserta seleksi yang terbukti melakukan pelanggaran maupun kecurangan, kita tidak segan-segan untuk mendiskualifikasi dan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya. [ IL Fcs ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *