oleh

Kejari Tunda Pelimpahan Berkas Novani Ke Pengadilan Tipikor

-Hukrim-1.076 views
Kajari Morotai, Supardi

MOROTAI – Kejaksan Negeri (Kejari) Morotai masih menunda pelimpahan berkas dan tersangka kasus dugaan korupsi anggaran kantor perwakilan morotai di Jakarta ke Pengadilan Tipikor Ternate.

Alasan penundaan pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi anggaran kantor perwakilan Morotai di Jakarta sebesar Rp 2 miliar tahun 2015 silam itu, karena masih ada kekurangan berkas yang harus dilengkapi oleh penyidik, sehingga pelimpahan berkas tersangka atas nama mantan kepala kantor perwakilan Morotai Novani Bandari ditunda hingga Maret mendatang.

”Sebelumnya kita rencanakan Bulan ini (Februari, red) berkas tersangka kita limpahkan ke pengadilan, namun masih ada berkas yang harus dilengkapi, sehingga pelimpahan berkas ke pengadilan ditunda hingga Maret mendatang,”ungkap Kajari Morotai Supardi, saat dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp, Rabu (27/2/19).

Kajari sendiri ketika ditanya soal proses penahanan terhadap tersangka mengaku, belum bisa memastikan, karena saat ini pihaknya masih fokus melengkapi berkas tersangka yang masih kurang. Namun Kajari sendiri memastikan, penahan bisa dilakukan jika Jaksa penuntut Umum (JPU) merasa perlu tersangka harus ditahan, pada saat berkas tersangka dilimpahkan ke pengadilan.

”Dari hasil perhitungan BPKP perwakilan Provinsi Malut, kasus dugaan korupsi tersebut telah merugikan keuangan negara Rp 800 juta, dari total anggaran kantor perwakilan di Jakarta senilai Rp 2 miliar,”jelasnya.

Perbuatan tersangka lanjut Supardi, dikenakan pasal 2 dan 3 yakni, pasal 2 tersangka diancam dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 Miliar.

Baca Juga:  BAPPOR Ancam Lapor Kajati Malut ke Kejagung

”Sementara Pasal 3, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,”tegasnya.

(Ical)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *