oleh

Kejati Seriusi Proyek Pembangunan Rumah Ibadah di Halsel

Penyidik Mulai Lakukan Puldata

“Satu Orang Saksi Sudah Diperiksa”

satu rumah Ibadah di desa Loloe Jaya Kecamatan Kasiruta Timur yang belum selesai dikerjakan (foto:ist)

TERNATE – Dugaan Korupsi proyek pembangunan rumah ibadah (Masjid) di desa Loleo Jaya Kecamatan Kasiruta Timur Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara mulai ada titik terangkatnya. Sebelumnya Panitia Khusus atau Pansus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara menemukan masalah di beberapa proyek yang melekat di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Maluku Utara itu.

Beberapa proyek yang diduga bermasalah menguak ketika Pansus menyampaikan Laporan keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Maluku Utara, kota Sofifi pada Selasa 30 Juni 2020. Beberapa proyek yang diduga bermasalah itu salah satunya pembangunan masjid desa Loleo Jaya Halsel.

Pihak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pun mulai melakukan Pengumpulan Data (Puldata) maupun Bahan Keterangan (Pulbaket) terkait temuan Rumah Ibadah di Desa Loleo Jaya kecamatan Kasiruta Timur tersebut.

“Pokoknya apa yang disampaikan akan di tindak lanjut, Puldata dan Pulbaket sudah berjalan,”kata Kasi Penkum Kejati Malut Richard Sinaga, kepada Fokus Malut, Selasa (16/02/2021).

Dari pantauan di kantor Kejati Malut diduga satu pejabat pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan rumah ibadah desa Loloe Jaya inisal MB diperiksa oleh Tim Penyelidik Intelijen Kejati kurang lebih 3 jam lamanya. Usai diperiksa MB yang didampingi salah satu Kabid pada Dinas PUPR Malut inisial RN tidak memberikan keterangan apa apa ketika ditanya perihal pemeriksaan.

Baca Juga:  Apotek Kimia Farma Resmi Beroperasi di Jailolo

Asisten lntelijen Kejati Malut, Efrianto kepada wartawan beberapa waktu lalu juga pernah menyampaikan bahwa Informasi dari media sudah merupakan unsur utama keterangan untuk bidang Intelijen guna dilakukan analisa lebih lanjut.

“Ya kita lakukan dulu analisa terhadap berita-berita itu. Kemudian langkah lebih lanjut tentu akan dilakukan pengumpulan data dan keterangan terkait kebenaran informasi, itu yang bisa kita lakukan tahap pertama,” ungkap Asisten lntelejen Kejati Malut, Efrianto beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, pukul 12.39 wit Selasa (16/2) tadi, sejumlah warga desa Loloe Jaya juga mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi. Kedatangan 6 warga desa Loloe Jaya ini untuk mempertanyakan kasus pembangunan rumah ibadah (mesjid) di desa Meraka.

” Kami kesini hanya untuk konsultasi terkait rumah ibadah mesjid di desa Loloe Jaya saja,” singkat warga yang enggan menyebutkan namanya itu.

(Bz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *