
Jakarta – Gerindra menyerahkan kursi Wagub DKI kepada kader PKS, tapi harus lewat fit and proper test. Pun kader PKS diminta mundur dari partai bila terpilih.
Pertemuan tertutup selama 45 menit antara Dewan Pimpinan Daerah Gerindra DKI Jakarta dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta membahas pengisian kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta awalnya berjalan cukup alot. Tapi pertemuan itu akhirnya melumer setelah Ketua DPD Gerindra DKI Muhammad Taufik pada detik-detik akhir menyatakan kursi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta diserahkan kepada PKS.
“Ya sudah kalau begitu. Kita juga punya tugas untuk mengamankan kebijakan Ketua Umum (Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto) untuk diserahkan kepada PKS. Tapi nanti calonnya harus dilakukan fit and proper test,” ujar Syarif, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI, menirukan ucapan Taufik, Rabu, 7 November 2018.
Pertemuan pada Senin, 5 November, di Kantor DPD Gerindra DKI, itu, adalah buntut panjang perebutan kursi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno. Kedua partai pengusung Sandiaga, yang berpasangan dengan Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, Gerindra dan PKS, sama-sama merasa paling berhak atas kursi Wagub DKI itu.
DPD Gerindra sendiri telah menggelar rapat pimpinan gabungan pada 21 September di Hotel Gren Alia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Ketika itu enam dewan pimpinan cabang dan 44 pimpinan anak cabang kecamatan dan pengurus DPD bulat mencalonkan Taufik sebagai cawagub DKI. “Beliau berpengalaman lebih dari 18 tahun memimpin banyak organisasi, terutama sekarang menjadi Wakil Ketua DPRD,” kata Syarif ketika itu.
Partai Gerindra dan PKS DKI Jakarta bertemu untuk membahas posisi wakil gubernur.
