
Makassar – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rangkaian kegiatan antikorupsi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Ada empat kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari di tempat yang berbeda-beda. Empat kegiatan tersebut adalah Anti-corruption Summit (ACS) 2018, Jambore Komunitas Antikorupsi 2018, pembentukan Komite Advokasi Daerah (KAD), dan Tanya Jubir KPK.
Anti-Corruption Summit (ACS) 2018 adalah hasil kerja sama KPK dan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini mengusung tema “Satu Pikir, Satu Aksi Lawan Korupsi”. Kolaborasi yang digelar di Hotel Four Points, Makassar ini akan berfokus pada revitalisasi dan penguatan kapasitas pusat kajian antikorupsi.
Selain itu, melalui pertemuan ini diharapkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas masyarakat sipil semakin kuat. Peserta ACS 2018 terdiri dari 150 orang perwakilan pusat kajian antikorupsi, perwakilan perguruan tinggi, perwakilan komunitas masyarakat sipil dan para penggiat antikorupsi.
“Kami terus berupaya mengumpulkan inisiatif masyarakat guna meningkatkan terobosan yang bisa dilakukan bersama KPK, kami juga akan menjamin keberlanjutan implementasinya,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.
Topik yang akan dibahas dalam kegiatan ini: Peran kampus dan akademisi dalam mendorong kebijakan pemberantasan korupsi, penguatan kelembagaan anti korupsi di perguruan tinggi dan organisasi masyarakat sipil, peran perempuan dalam pemberantasan korupsi, dan gerakan antikorupsi berbasis masyarakat.
Kolaborasi dan diskusi ini akan menghasilkan kajian-kajian yang merupakan ide asli dari peserta untuk dikembangkan dan diimplementasikan selama dua tahun ke depan. Selain itu, KPK berharap akan terbentuk pusat kajian antikorupsi baru yang siap menjadi pusat pembelajaran dan menjadi mitra pemerintah daerah dan masyarakat.
Terakhir, KPK menggelar Tanya Jubir KPK yang akan digelar di Warung Upnormal, Selasa, 23 Oktober 2018. Dalam kegiatan ini, KPK mengundang 100 peserta untuk bertanya apapun yang terkait dengan pemberantasan korupsi kepada Juru Bicara KPK Febri Diansyah. KPK berharap kegiatan ini bisa membuka ruang dialog dan menyerap aspirasi masyarakat terhadap isu pemberantasan korusi dan KPK yang selaras antara media online dan offline.
