oleh

KPU Coret Rusmini Dari Daftar Caleg

-Kabar Utama-1.105 views
Ketua KPU Halteng Abubakar Ibarahim

WEDA – Langka Ketua DPRD Halmahera Tengah (Halteng) Rusmini Sadaralam untuk kembali bertarung sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) II Halteng akhirnya pupus sudah. Hal itu, sesuai hasil putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan Rusmini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dengan hukuman 5 bulan penjara. Dari hasil putusan MA tersebut, Rusmini Sadaralam dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT), setelah KPU Halteng melakukan pleno pada Selasa (16/4/19).

“Putusan dari MA sudah berkekuatan hukum tetap, sehingga Rusmini dicoret dari Daftar Caleg,”ungkap Ketua KPU Halteng Abubakar Ibrahim kepada wartawan selasa,(16/4/19) saat dikonfirmasi di gudang logistik.

Abubakar juga mengaku, putusan MA itu, tidak langsung dilakukan pleno, namun KPU melakukan klarifikasi dengan cara mendatangi kantor DPC PDI-P meminta penjelasan tentang tanggapan status hukum Rusmini, selain itu, KPU juga sudah mendatanggi DPRD Halteng memastikan aktifitas Rusmini.

Setelah dari DPRD, KPU Halteng juga berkoordinasi dengan Provinsi, namun KPU provinsi memberi petunjuk agar menyurat ke pengadilan tindak pidana korupsi di Ternate.

“Jawaban dari pengadilan tipikor, status Rusmini sudah berkekuatan Hukum tetap, karena sudah ada putusan dari MA,”jelasnya.

KPU kata Abubakar, telah mengeluarkan edaran tentang status Rusmini yang telah dicoret dari DCT, sehingga dapat disampaikan kepada masyarakat, karena status Caleg DPRD Halteng 2 mengalami perubahan atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon pasca penetapan DCT dan pasca pencetakan surat suara maka sesuai dengan keputusan  KPU Halteng Nomor :19/HK.03.1-kpt/8202/kab/IV/2019 tentang perubahan ketiga atas keputusan KPU Halteng nomor:06/HK.03.1- kpt/PI.01.4/8202/KPU – Kab/1/2019.tentang penetapan DCT anggota DPRD kabupaten halteng pada pemilu tahun 2019. Calon anggota DPRD Halteng dua di nyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS)  dan di coret namanya dalam DCT Kabupaten Halteng atas nama Rusmini Sadaralam nomor urut dua dari partai PDI – P Dapil II Halteng.

“Dimana Rusmini Sadaralam yang menjabat ketua DPRD Halteng aktif terlibat dalam kasus suap penyidik Polda Malut yang dilakukan oleh Fadli Tuanane pengacaranya pada maret tahun 2017 silam, dalam penanganan kasus suap oleh penyidik Polda Malut pada perkara pengrusakan dan penjarahan fasilitas PT.Fajar Bhakti Lintas Nusantara (FBLN) di Pulau Gebe Halteng. Rusmini pada kasus pengrusakan dan penjarahan fasilitas FBLN di Pulau Gebe sebagai tersangka,”tegasnya.

(ilx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *