oleh

Kuker Ke Halsel, Tjatur Sapto Edy Pantau Infrastruktur, Tempat Wisata dan Kebun Kelapa

-Daerah-1.299 views
Anggota Komisi VII DPR-RI Tjatur Sapto Edy, Didampingi Ali Hasan kadis PUPR Halsel pantau pembangunan jembatan dan jalan lingkar di desa Taman Sari.

Halsel, Focusmalut.com | Anggota Komisi VII DPR-RI, Ir. Tjatur Sapto Edy, M.T beserta rombongan kembali melakukan kunjungan kerja (Kuker) ke Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, (Selasa, 5/2/19) lalu.

Kedatangan ini disambut langsung oleh bupati Bahrain Kasuba dan Ali Hasan kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) kabupaten Halmahera Selatan.

Pada kesempatan itu, Tjatur Sapto Edy juga memberikan sosialisasi penggunaan dana desa (ADD dan DD) bersama seluruh kepala desa se-kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Tjatur Sapto Edy berharap agar seluruh kepala desa lebih berhati-hati dalam mengelolah anggaran desa, karena banyak kades yang berurusan dengan hukum akibat salah mengelolah anggaran tersebut.

Setelah memaparkan materi sosialisasinya, Tjatur Sapto Edy beserta seluruh rombongan dan kadis PUPR menempatkan waktunya untuk memantau infrastruktur pembangunan jembatan dan jalan lingkar yang terletak di desa Taman Sari.

Ali Hasan berharap pemerintah pusat dalam hal ini kementerian PUPR bisa membantu terkait dana pembangunan jembatan dan jalan lingkar tersebut.

“Kami sudah menyiapkan proposal dan seluruh dokumen pendukung lainnya untuk diusulkan ke Kementerian PUPR lewat Anggota Komisi VII DPR-RI Tjatur Sapto Edy,” tutur Ali Hasan kadis PUPR Halsel.

Permintaan pengawalan proposal pembangunan jembatan dan jalan lingkar mendapat respon positif dari anggota Komisi VII DPR-RI Ir. Tjatur Sapto Edy.

“Saya sudah meminta kadis PUPR agar menyiapkan seluruh dokumen pendukung yang akan diajukan ke kementerian PUPR. Kami berharap kerja sama antara DPR-RI bersama pemerintah kabupaten Halmahera Selatan tetap terjalin dengan baik,” jelas Tjatur Sapto Edy.

Proses pembangunan jalan lingkar yang ada di desa Taman Sari terhambat akibat terbentur dengan hutan lindung.

“Secepatnya kami akan berkonsultasi dengan kementerian kehutanan agar mencari jalan keluarnya,” tambahnya.

Dihadapan kadis PUPR kabupaten Halmahera Selatan dan seluruh rombongan, Tjatur Sapto Edy juga menargetkan pembangunan jembatan dan jalan lingkar segera ditindak lanjuti proposal serta dokumennya ke kementerian PUPR supaya secepatnya terselesaikan tahun ini. Karena jembatan dan jalan lingkar merupakan sarana yang paling dibutuhkan oleh masyarakat pada umumnya.

Tjatur Sapto Edy bersama inveator asal India Lalit Kumar pantau kebun kelapa penghasil kopra di desa Tabajaya.

Setelah memantau kondisi infrastruktur pembangunan jembatan dan jalan lingkar, Tjatur Sapto Edy bersama Lalit Kumar mitranya yang juga kepala perusahaan PT Putra Nusantara Himalaya Kurniajaya beserta rombongan bergegas menuju Bacan Timur Selatan untuk memantau objek wisata air panas yang ada di desa Tawa dan kebun kelapa penghasil kopra terbanyak di desa Tabajaya.

Baca Juga:  Ketua KPPI Malut Bantah Ada Pemerasan Kapus Saketa

Sesampainya di desa Tabajaya, Tjatur Sapto Edy dan Lalit Kumar merasa sangat kagum adanya pohon kelapa penghasil kopra yang begitu melimpah. Anggota Komisi VII DPR-RI ini merasa seperti berada dalam lautan kelapa.

“Potensi kelapa di Desa ini sangat melimpah namun anjloknya harga kopra membuat masyarakat kurang memperhatikannya. Lihat saja banyak kelapa yang jatuh dengan sendirinya sudah bertunas,” kata Tjatur.

Tjatur menyampaikan, sebagai calon anggota DPD-RI untuk daerah pemilihan (Dapil) Maluku Utara, ia telah banyak berkeliling untuk memantau sumber daya alam ( SDA) yang ada didaerah ini.
Tjatur mengaku prihatin dengan kondisi anjloknya harga kopra petani. Menurutnya, harga kopra tidak sebanding dengan biaya produksinya.

“Harga di pasaran sekitar Rp. 2.500/Kg, sementara biaya produksinya saja sekitar Rp. 1.500/Kg. Akibatnya banyak petani kopra yang tidak memanen kelapanya,” sebut Tjatur.

Kepada Focusmalut.com, Lalit Kumar menyampaikan keinginannya untuk membangun pabrik kelapa di provinsi Maluku Utara.

“Saya tertarik untuk membuka pabrik kopra di wilayah Maluku Utara agar mendorong perekonomian sekaligus memperbaiki nasib petani kopra,” ujar investor asal India yang telah membangun industri minyak kelapa di Bengkulu ini.

Tjatur menyampaikan bahwa perusahaan asal India, PT Putra Nusantara Himalaya Kurniajaya telah menyiapkan profil perusahaan sekaligus cara kerja untuk dipresentasikan di kantor Gubernur Maluku Utara.

“Presentasi ini akan dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara serta beberapa Bupati,” ungkapnya.

Sekitar satu jam berdiskusi dengan petani kopra setempat, Tjatur Sapto Edy beserta seluruh rombongan melakukan kunjungan terakhir di desa Tawa untuk memantau objek wisata air panas.

Baginya potensi wisata yang ada di kabupaten Halmahera Selatan sangat melimpah karena luas wilayahnya.

“Saya sangat kagum adanya potensi wisata yang ada di kabupaten Halmahera Selatan. Bahkan perkembangan wisata yang ada di Halsel sudah mendunia dan sudah dikunjungi oleh wisatawan asing. Sebut saja ada objek wisata Selat Pogo-Pogo, Kepulauan Widi, pantai dermaga biru dan pantai pasir putih Wayaua. Masih banyak potensi wisata yang ada didaerah ini,” sebut Anggota Komisi VII DPR-RI tiga Periode ini. (ieL).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *