Kuker Ke Halsel, Tjatur Sapto Edy Pantau Infrastruktur, Tempat Wisata dan Kebun Kelapa

Tjatur Sapto Edy bersama inveator asal India Lalit Kumar pantau kebun kelapa penghasil kopra di desa Tabajaya.

Setelah memantau kondisi infrastruktur pembangunan jembatan dan jalan lingkar, Tjatur Sapto Edy bersama Lalit Kumar mitranya yang juga kepala perusahaan PT Putra Nusantara Himalaya Kurniajaya beserta rombongan bergegas menuju Bacan Timur Selatan untuk memantau objek wisata air panas yang ada di desa Tawa dan kebun kelapa penghasil kopra terbanyak di desa Tabajaya.

Sesampainya di desa Tabajaya, Tjatur Sapto Edy dan Lalit Kumar merasa sangat kagum adanya pohon kelapa penghasil kopra yang begitu melimpah. Anggota Komisi VII DPR-RI ini merasa seperti berada dalam lautan kelapa.

“Potensi kelapa di Desa ini sangat melimpah namun anjloknya harga kopra membuat masyarakat kurang memperhatikannya. Lihat saja banyak kelapa yang jatuh dengan sendirinya sudah bertunas,” kata Tjatur.

Tjatur menyampaikan, sebagai calon anggota DPD-RI untuk daerah pemilihan (Dapil) Maluku Utara, ia telah banyak berkeliling untuk memantau sumber daya alam ( SDA) yang ada didaerah ini.
Tjatur mengaku prihatin dengan kondisi anjloknya harga kopra petani. Menurutnya, harga kopra tidak sebanding dengan biaya produksinya.

“Harga di pasaran sekitar Rp. 2.500/Kg, sementara biaya produksinya saja sekitar Rp. 1.500/Kg. Akibatnya banyak petani kopra yang tidak memanen kelapanya,” sebut Tjatur.

Kepada Focusmalut.com, Lalit Kumar menyampaikan keinginannya untuk membangun pabrik kelapa di provinsi Maluku Utara.

“Saya tertarik untuk membuka pabrik kopra di wilayah Maluku Utara agar mendorong perekonomian sekaligus memperbaiki nasib petani kopra,” ujar investor asal India yang telah membangun industri minyak kelapa di Bengkulu ini.

Baca Juga:  Kades Wayatim dan Bendahara Gelapkan Anggaran Desa Ratusan Juta

Tjatur menyampaikan bahwa perusahaan asal India, PT Putra Nusantara Himalaya Kurniajaya telah menyiapkan profil perusahaan sekaligus cara kerja untuk dipresentasikan di kantor Gubernur Maluku Utara.

“Presentasi ini akan dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara serta beberapa Bupati,” ungkapnya.

Sekitar satu jam berdiskusi dengan petani kopra setempat, Tjatur Sapto Edy beserta seluruh rombongan melakukan kunjungan terakhir di desa Tawa untuk memantau objek wisata air panas.

Baginya potensi wisata yang ada di kabupaten Halmahera Selatan sangat melimpah karena luas wilayahnya.

“Saya sangat kagum adanya potensi wisata yang ada di kabupaten Halmahera Selatan. Bahkan perkembangan wisata yang ada di Halsel sudah mendunia dan sudah dikunjungi oleh wisatawan asing. Sebut saja ada objek wisata Selat Pogo-Pogo, Kepulauan Widi, pantai dermaga biru dan pantai pasir putih Wayaua. Masih banyak potensi wisata yang ada didaerah ini,” sebut Anggota Komisi VII DPR-RI tiga Periode ini. (ieL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *