oleh

Langkah Harita Group “Perangi” Sampah di Kawasi

HALSEL – Seperti daerah lainnya, Obi Desa Kawasi juga menghadapi masalah sampah, dari sampah rumah tangga hingga sampah plastik. Berdasarkan data yang diterima terdapat dua jenis sampah yakni organik dan sampah anorganik jenis plastik. Komposisi sampah plastik di Kawasi bisa dibilang meningkat dalam dekade ke dekade.

Namun, peningkatan sampah dalam beberapa  tahun terakhir. Harita Nickle Division melalui kampanyenya berkomitmen mengurangi sampah.

Bagaimana kondisi sampah di Desa Kawasi dan rencana penanggulangannya?

1.Kawasi “Sumbang” 2 Ton Sampah Setiap Hari

Dalam keterangan yang diterima focusmalut.com, dari Superintendent Community Development CSR Harita terhadap kurang lebih 400 kepala keluargaa yang berada di Desa Kawasi sampah yang dihasilkan per harinya bisa mencapai 2 ton. Banyak masyarakat di Desa Kawasi yang membuang sampah mereka begitu saja di sungai, laut, maupun di sudut-sudut desa. Meski ada sebagian masyarakat yang membakar sampah mereka, tetapi hal itu belum optimal dalam melenyapkan tumpukan sampah. Dari 2 ton sampah setiap hari itu jenis sampah plastik paling umum yang ditemukan di ekosistem pesisir, laut dan aliran sungai.

2. Masalah Sampah Berkaitan Erat Dengan Kesehatan Masyarakat

PT Harita Grub atau Harita Nickle Division merangkul masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera, Provinsi Maluku Utara dalam menyelesaikan masalah sampah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk soft launching sistem pengelolaan sampah terpadu yang berlangsung pada Sabtu (4/5/2019) lalu. Kegiatan yang digagas oleh divisi Corporate Social Responsibility (CSR) ini diharapkan menjadi solusi atas penumpukan sampah di Desa Kawasi yang selama ini sering menimbulkan masalah, terutama dari segi kesehatan.

Divisi Corporate Social Responsibility (CSR) menyampaikan, isu dan persoalan sampah berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.  Sampah yang dibuang secara sembarang itu kemudian menimbulkan persoalan. Aliran sungai menjadi tercemar dan sampah yang berserakan juga merusak keindahan pantai Desa Kawasi. Padahal banyak masyarakat melakukan aktivitas di sekitar laut dan pantai seperti mencari ikan dan hilir sampi mudik transportasi antar pulau.  Akibatnya gangguan kesehatan akan muncul dari menumpuknya sampah, juga banyak jentik nyamuk dan bakteri yang tumbuh subur di tumpukan sampah tersebut dan mengancam kesehatan masyarakat.

3. PT Harita Targetkan Penurunan Timbunan Sampah Hingga 85 Peren

Kegiatan soft launching di Desa Kawasi dalam menanggulangi masalah sampah

Merespons kondisi tersebut, CSR Harita Nickle Division memiliki konsep penyelesaian masalah sampah dari hulu ke hilir. Adapun tiga langkah yang terdapat dalam konsep tersebut adalah meminimalkan timbulnya sampah (reduce), melakukan pengolahan sampah (recycle), serta memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan kembali (reuse).

Harita Nickle Division menggandeng masyarakat dalam menjalankan program ini demi terwujudnya lingkungan hidup yang bersih dan nyaman bagi setiap orang. Setidaknya ada dua produk olahan sampah dari penanganan terpadu ini.

Pertama, sampah organik dapat diolah menjadi kompos dengan menggunakan mesin pencacah dan mesin rotary kiln komposter. Kedua, sampah anorganik jenis plastik akan diproses menjadi biji plastik yang dapat memiliki nilai jual.

Dengan konsep tersebut, CSR Harita Nickle Division berkomitmen akan terjadi penurunan timbunan sampah hingga 85 persen sehingga sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) hanya sekitar 15 persen.  Dua target diharapkan sudah tercapai tahun 2019

4. langkah Konkret Harita “Perangi” Sampah di Kawasi

Kegiatan soft launching ini menandai dimulainya komitmen bersama antara pihak perusahaan, pemerintah Desa dan masyarakat dalam menanggulangi masalah sampah di Desa Kawasi. Sementara ini sosialisasi akan terus digalakkan untuk menimbulkan kesadaran dalam pengelolaan sampah yang baik. Sambil berjalannya waktu, tempat pembuangan akhir (TPA) milik Harita Nickle Division terus dibangun secara optimal, termasuk pelengkapan mesin-mesin pengolah sampah yang representatif. Semua itu demi terciptanya Desa Kawasi yang bersih, sehat dan nyaman dihuni.” Kata Dea Maulana Yusuf selaku Superintendent Community Development CSR.

Dea bilang, program ini bertujuan menciptakan Desa Kawasi bebas sampah pada tahun 2019. Program ini tidak mungkin diselesaikan jika pihak perusahaan dan masyarakat berjalan sendiri-sendiri.

“Mari kita selesaikan masalah sampah ini bersama agar tidak mengganggu lingkungan kita,” ajak Dea yang juga penanggung jawab kegiatan.

5. Bagimana Respon Pemerintah Desa Kawasi dan PKK Kawasi ?

Respon baik masyarakat Kawasi soal kegiatan soft launching. Kawasi bebas sampah tahun 2019

Pemerintah Desa (Pemdes) melalui kepala Urusan Kemasyarakatan Desa Kawasi Ledrik Langkody, mengapresiasi kegiatan CSR Harita Nickle Division, karena hal ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.

Tarkait hal itu, Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kawasi Ida Nurdin juga mengacungkan jempol terhadap program Harita ini. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang bingung dalam membuang sampah apalagi mengelola sampah rumah tangga mereka. Akhirnya, selama ini sebagian masyarakat awam lebih memilih membuang sampah mereka secara sembarang.

Namun kali ini, dengan sudah tersedianya tong sampah berwarna yang disesuaikan dengan jenis sampah, masyarakat Desa Kawasi semakin mudah dalam membuang sampah. Ia pun siap melibatkan masyarakat secara intens dalam mendukung program pengelolaan sampah.

“Ini program yang baik bagi masyarakat. Kegiatan ini bisa memperbaiki lingkungan dan juga kesehatan masyarakat disini,” jelasnya.

Pada soft launching ini, tim CSR membagikan peralatan kebersihan berupa sapu dan tong sampah berwarna. Tong sampah tersebut diperuntukkan bagi jenis sampah yang berbeda: warna hijau bagi sampah organik, warna kuning bagi sampah anorganik, serta warna merah bagi sampah logam dan bahan berpotensi berbahaya (B3). Tiga jenis tong sampah tersebut disebar di 80 titik di Desa Kawasi.

Selain membagikan peralatan kebersihan, dalam soft launching juga diselenggarakan kerja bakti di pesisir pantai Desa Kawasi. Pihak perusahaan, pemerintah Desa serta masyarakat bahu-membahu membersihkan sampah yang berserakan. Dari kegiatan yang berlangsung selama setengah jam itu, terkumpul sekitar 139 kilogram sampah yang berupa campuran jenis organik dan anorganik.

Kegiatan soft launching ditutup dengan foto bersama dan pembagian doorprize bagi para peserta.

(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *