oleh

Masyarakat dan Tokoh Agama Halteng Serukan Persatuan Pasca Pemilu 2019

WEDA – Seiring berakhirnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 17 April lalu, polarisasi yang terbentuk karena perbedaan pilihan calon wakil rakyat, dari DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan khususnya presiden-wakil presiden, seharusnya juga dapat berakhir. Beberapa bulan masa kampanye ditambah sejumlah momen sosial-politik yang muncul sebelumnya sudah sangat melelahkan bagi persatuan rakyat Indonesia. Ikatan persaudaraan banyak yang putus akibat perbedaan pilihan ini mengingat begitu tajamnya sentimen pada masing-masing pendukung.

Hingar bingar dukungan kepada masing-masing calon legislatif (caleg) dan pilihan kepada pasangan Calon Presiden ini tak tampak menggambarkan hakikat demokrasi yang sejatinya bertujuan memilih pemimpin dari calon terbaik. Sebab yang sering ditampakkan adalah upaya saling menjatuhkan melalui keburukan lawan.

Mirisnya, umat beragama terbawa dengan gaya politik culas semacam ini. Bukannya mengadu gagasan masing-masing calon, terutama berkaitan dengan kepentingan umat, para pendukung fanatik tertentu malah sibuk membuka aib dan menebar fitnah. Para tokoh tokoh agama di negeri ini pun tak luput dari serangan-serangan ini.

Melihat hal itu, hampir seluruh tokoh tokoh agama di Negeri ini mengelar deklarasi damai pasca Pilkada 2019 seperti yang dilakukan oleh Masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara yang tergabung dalam Tokoh agama kristen, agama Islam, tokoh pemuda mereka mengelar Deklarasi Damai pasca Pilkada 2019 lalu yang sejuk dan bermartabat.

Di Halteng pasca pemilu keadaan masyarakat pada umumnya Kota Weda berjalan aman dan kondusif. Sebagaiamana disampaikan Pdt. Marthen Broto SPDK Korwil  GMIH Weda,Weda Selatan, pada Senin (6/5/2019) ketika diwawancarai wartawan focusmalut, bahwa di Halteng walaupun beda pilihan tapi masih tetap pada bingkai bhineka tunggal Ika dengan semboyan berbeda beda tapi masih tetap satu.

Menurut Pdt. Marthen Broto, pernyataan seruan damai paska Pemilu yang telah dilaksanakan oleh KPU Halteng dan Bawaslu sangat di apresiasi oleh seluruh pimpinan Gereja terutama apresiasi kepada Pimpinan Polri dan TNI dalam tugas mengamanakan pemilu Pilpres dan Pileg 2019  sehingga berjalan dengan aman, damai serta sejuk.

Baca Juga:  Soal Temuan, Kades Indomut Bantah Inspektorat

Pendeta Marthen Broto pun menghimbau kepada pimpinan gereja dan Jemaat GMIH agar tidak melakukan hal-hal yang dapat menggangu stabilitas keamanan yang ada di Halmahera Tengah yang dapat memecah kerukunan antara umat beragama yang telah terjalin baik selama ini.

Deklarasi damai pasca pemilu yang di lakukan tokoh agama Islam

Tokoh agama Islam melalui pengurus masjid Nurul HaQ, Umar Basalem juga mengapresiasi jajaran KPU, Bawaslu Halteng, TNI serta ucapan terima kasih kepada Kapolres Halteng AKBP. Andri Hariyanto beserta jajarannya yang telah menjalankan tugas pengamanan sebelum dan sesudah Pemilu 2019 sehingga dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk.

Tak hanya itu, Tokoh Pemuda yang juga Ketua FKUB Halteng, Rusli B.M Dji Husen saat diwawancarai juga berharap agar pasca pemilu, tali silahturahmi antara umat beragama harus tetap terjaga dan jangan terganggu dengan isu-isu yang mengiring pada perpecahan. Menurut Dia Masyarakat Halteng  sudah sadar dan dewasa tidak terpengaruh dengan hal-hal yang memutuskan tali silahturahmi diantara agama dan masyarakat.

“Mari kita kubur dalam-dalam apa yang telah terjadi di masa lampau, mulai sekarang marilah kita bangun masa depan Halteng yang lebih baik lagi guna menuju masyarakat adil dan makmur demi falsafa “Fogogoru”. Harap Dia

Sementara, Kapolres Halteng AKBP. Andri Hariyanto menyampaikan ucapakan terima kasih kepada penyelenggara Pemilu dari KPU dan Bawaslu Halteng yang telah menjalankan tugas,kewajiban serta tanggung jawab  dalam pesta demokrasi  2019.

“Apresiasi kepada tokoh agama, pemuda serta para caleg dan pada umumnya masyarakat Halteng yang telah menjaga keamanan,kenyamanan pelaksanaan pemilu dan pleno rekapitulasi yang berjalan aman dan lancar ini,” kata Kapolres

Andri juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menyerahkan tanggung jawab proses pemilu ini kepada penyelenggara KPU dan Bawaslu sampai selesai hingga mempunyai keputusan tetap sesuai dengan Undang-undang.

“Masyarakat jangan muda percaya dengan berita hoax yang di sebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mari kita jaga kesatuan dan kerukunan antara umat bergama yang sudah terjalin selama ini,” pungkas kapolres.

(iLx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *