oleh

Program CSR Wujudkan Generasi Lingkar Tambang Lebih Sehat

-Kesehatan-282 views
Pemberian PMT dari pihak Harita Nickel Division kepada  Ibu dan Bayi di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan

HALSEL – Permasalahan gizi buruk atau stunting sebagai hambatan pembangunan manusia, menjadi persoalan yang belum tertangani secara optimal. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pada 2018 sebanyak 7,8 juta atau 30 persen dari 23 juta balita di Indonesia adalah penderita stunting. Meskipun proporsinya turun dari 37 persen pada periode sebelumnya, namun angka itu terbilang masih tinggi.

Masalah gizi buruk bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja namun semua pihak juga ikut bertanggung jawab, terutama masalah gizi buruk bagi generasi Lingkar Tambang. Di kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara, melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Harita Nickel Division menunjukkan kepedulian mereka terhadap kesehatan bayi dan balita di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Poliklinik Desa (Polindes) Kawasi, Selasa (14/5/19) itu, pihak Harita Nickel Division juga memberikan alat body weight scale baru untuk melengkapi peralatan kesehatan bagi masyarakat.

“Salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Nickel di bidang kesehatan ini bertujuan meminimalkan jumlah kasus gizi buruk bagi bayi dan balita di Desa Kawasi,” kata Penanggung Jawab kegiatan PMT, Margarita Luwudara.

Kegiatan PMT sendiri Kata Margarita, juga kerja sama antara Pemerintah Desa Kawasi dan Puskesmas Laiwui dengan tujuan agar terwujudnya balita Desa Kawasi yang sehat dan tercukupi gizinya. Bahkan konsep program PMT lebih banyak diarahkan pada penyediaan asupan gizi balita sehingga capaian kesehatan bagi bayi dan balita lebih sehat lagi.

Sejauh ini telah tercatat sebanyak 88 balita Desa Kawasi terlibat dalam kegiatan PMT ini. Sedangkan makanan tambahan yang dibagikan oleh Harita Nickel Division adalah 56 dus bubur bayi, 4 karton susu, 38 bungkus biskuit, serta bubur kacang hijau siap saji yang disediakan bagi orang tua maupun anak-anak.

Pos Imunisasi Desa Kawasi

Salah satu warga Desa kawasi, Ina yang ditemui dilokasi kegiatan PMT menyampaikan rasa bersyukur dengan adanya program CSR dari Harita Nickel Division yang peduli terhadap masalah kesehatan balita. Ia juga bersyukur pihak perusahaan yang telah melengkapi peralatan di Polindes.

“Kami (masyarakat,red) sangat bersyukur dan berterimakasih kepada perusahaan yang peduli terhadap gizi balita. Semoga program seperti ini terus berlanjut,” harap Ina mewakili  Warga Desa kawasi lainnya.

Tak hanya Warga Desa kawasi saja, Pengawas Imunisasi dari Puskesmas Laiwui, Aliadi Laida juga mengapresiasi upaya baik dari Harita Nickel Division yang telah menyediakan program PMT ini.  Menurutnya sejak adanya makanan tambahan yang diberikan oleh perusahaan jumlah ibu yang membawa balita mereka untuk imunisasi lebih banyak. Bahkan Para pengawas Imunisasi ini tidak terlalu sering menghampiri ibu-ibu dari pintu ke pintu untuk imunisasi karena kesadaran Ibu-Ibu Desa Kawasi untuk datang ke Polindes dan memberi imunisasi bagi anaknya semakin meningkat.

Program Harita Nickel Division ini juga disambut baik oleh para petugas Polindes Kawasi. Salah satu bidan yang bertugas di Polindes Kawasi, Lusiana M. Tjaling, mengungkapkan selama ini Polindes Kawasi mendapatkan kendala dalam pelaksanaan imunisasi karena Polindes Kawasi belum memiliki alat penyimpanan vaksin (vaccine cooler box) yang memadai sehingga pelaksanaan imunisasi belum berjalan maksimal.

“Kami terkendala karena terbatasnya ketersediaan vaksin, penyimpangan alat vaksin saja berada di Puskesmas Laiwui yang memerlukan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan speedboat. Sehingga kehadiran progam CSR Harita Nickel Division ini  sangat membantu kami,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, Program CSR Harita Nickel Division yang fokus terhadap perbaikan kualitas gizi bayi dan balita ini telah berlangsung sejak 2017 lalu. tercatat dalam tiga bulan terakhir, kurang lebih 153 dus bubur bayi, 8 karton susu, 91 bungkus biskuit, serta makanan tambahan lainnya telah diberikan kepada bayi dan balita sesuai kebutuhan. Pihak perusahaan pun terus melengkapi peralatan Polindes agar dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Selain menjaga konsistensi dalam hal pelaksanaan, Harita Harita Nickel Division juga terus meluaskan cakupan program ini ke desa lainnya, seperti Desa Soligi, agar semakin banyak bayi dan balita yang merasakan manfaatnya. Diharapkan, jumlah asupan gizi pada bayi dan balita terus meningkat sehingga kasus gizi buruk tidak terdengar lagi.

(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *