
“Burhan Ismail punya kans kuat untuk menuju senayan. Burhan menjual gagasan,” ungkap pengamat politik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Helmi Alhadar pada wartawan, Minggu (07/04/2019).
Menurut Helmi, jika kelompok muda dan jurnalis condong memilih Burhan, itu tandanya Burhan membawa gagasan perubahan. Bagi Helmi, selain membawa gagasan perubahan, Burhan Ismail juga memiliki relasi etnis yang kuat di Maluku Utara, karena politik Malut masih sangat kental dengan politik identitas.
“Melihat pengalaman dari pemilu sebelumnya, kemungkinan pemenangnya mewakili etnik besar dan figur ketokohan dari masing-masing etnik di Maluku Utara,” tandasnya.
Kuatnya politik identitas di Maluku Utara, maka nama-nama seperti Burhan Ismail, Husein Alting, Hj. Ati Armayin, Stevi Pasimanyeku, Namto Hui Roba punya peluang untuk menuju senayan.
Burhan Ismail lanjutnya, punya gagasan perubahan yang didorong kelompok muda dan dari etnis yang besar. Dalam catatan pileg, tokoh besar seperti Sultan Ternate selalu menang, tidak menutup kemungkinan Husein Alting yang juga Sultan Tidore memiliki peluang yang sama. Hj. Ati Armayin, bagi Helmi ada nama besar mantan Gubernur Malut Thaib Armayin, sehingga kecendurungan loyalis Hi. Thaib akan memilih Hj. Ati. Sedangkan Stevi Pasimanyeku didua kali mengikuti pileg selalu mampu mendapatkan suara terbanyak.
“Melihat kuatnya politik identitas, setiap caleg DPD lebih menekan kepada figur personal. Dimana kuatnya ikatan personal antara caleg dan konstituennya secara emosional,” jelas pengamat politik Kampus UMMU ini.
(red)
