PWM Didesak Pecat Burhan Ismail Dari Kepengurusan Organisasi Muhammadiyah 

HALSEL – Baru baru ini nama Burhan Ismail salah satu Pengurus Wilayah Muhamadiyah (PWM) Malut menghebohkan publik Maluku Utara. Bagaimana tidak sikap Burhan Ismail yang sebagai bendahara Majelis Hukum dan Ham PWM ini dinilai buat gaduh akibat bersikeras menuding Bupati Halsel H Usman Sidik bukan lulusan dari sekolah SMA Muhammadiyah Ternate. 

Padahal sejumlah mantan Guru SMA Muhammadiyah Ternate mengakui Hi Usman Sidik adalah murid mereka bahkan wali kelas H Usman Sidik yakni Pak Iksan Yakub, menyatakan Usman merupakan salah satu muridnya. Berdasarkan daftar 8355 (database siswa di tiap kelas) yang ditandatangani kepala sekolah dan dirinya, nama Usman tercantum sebagai salah satu siswa.

“Usman Sidik terdaftar di SMA Muhammadiyah, namanya juga ada di daftar 8355. Ada nilai P dan nilai Q, jadi dengan demikian yang bersangkutan mendapatkan ijazah,” terangnya

Tak hanya itu sejumlah teman teman sebangku SMA Muhammadiyah Ternate juga mengakui hal yang sama. Lantas opini ke publik yang dihembuskan oleh Burhan Ismail bertolak belakang dengan pengakuan sejumlah Guru dan tema teman sebangku SMA H Usman Sidik. Beberapa waktu lalu jiga sejumlah alumni SMA Muhammadiyah Kota Ternate, Maluku Utara, melakukan pertemuan. Dalam pertemuan itu, para alumni yang didampingi Wali Kelas Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik mengungkapkan Usman merupakan alumni sekolah tersebut.Pernyataan para alumni ini dikeluarkan untuk membantah isu bahwa Usman bukanlah lulusan sekolah yang terletak di Kelurahan Toboko tersebut. 

Sikap dan ngototnya Burhan Ismail ini ditantang oleh sejumlah pengurus Organisasi Muhammadiyah. Seperti disampaikan secara tegas oleh Mantan Sekretaris PDM Muhammadiyah Kota Ternate Saiful Hasan bahwa kehadiran Burhan Ismail di kepengurusan PWM Muhammadiyah sangat mengganggu dan buat Gaduh organisasi. Bahkan mantan Sekertaris Pemuda Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Ternate ini mendesak kepada Ketua Wilyah PWM dan Pimpinan 13 Muhammadiyah agar segera memecat Burhan Ismail dari kepengurusan. 

Baca Juga:  Kadis Damkar Halsel Diduga Salahgunakan Kendaraan Mobil Dinas

Burhan Ismail dinilai mengunakan oraganisasi Muhamadiyah untuk memuaskan syahwat dendam demi kepentingan Pribadinya. 

“Kalau mau jujur dari pengakuan sejumlah pimpinan 13 PWM Malut mereka bilang bahwa pembentukan tim investigasi itu desakan dari Burhan Ismail,bahkan hanya Burhan sendiri yang melakukan investigasi dan menyimpulkan sendiri kemudian memaksa pimpinan 13 PWM untuk menyetujui hasil yang dia sampaikan. Dari rekomendasi yang di buat sendiri Burhan ini sudah terlihat jelas ada dendam pribadi dan memanfaatkan perserikatan,” Kata Saiful dengan nada marah. 

Untuk itu saiful mendesak Majelis Hukum dan Ham PWM segera memecat Burhan Ismail dari bendahara Majelis Hukum & Ham, karena selain buat citra buruk  Burhan juga di duga terlibat Skandal penipuan dan pengelapan yang saat ini sudah naik dari penyilidakn ke penyidikan oleh Polda maluku Utara,” tegas Saiful. 

Untuk memastikan hal itu, wartawan mewawancarai salah satu Pimpinan 13 Muhammadiyah. Dalam wawancara Pimpinan 13 Muhamadiyah ini juga ikut menduga Burhan alias BI adalah penyusup gelap karena mengiring Muhammadiyah dengan kepentingan dendam pribadinya. 

“Dia masuk sebagai Anggota Majelis hukum bukan membuat program-program yang dapat memajukan Muhammadiyah termasuk memajukan Daerah dan organisasi Muhamadiyah bawahnya. Namun masuknya Burhan melah membuat gaduh organisasi,” kata Salah satu pimpinan 13 PWM Malut yang tidak menyebutkan namanya. 

Ia juga akan melakukan komunikasi dan rapat bersama pimpinan 13 guna membahas masalah ini dengan serius. Karena ada maksud dan tujuan tertentu yakni demi kepentingan pribadi karena di lihat tujuannya sudah menyimpang,” tegasnya. (Bz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *