oleh

Sesali Sikap Pemilik Tambang, Keluarga Korban Tempuh Jalur Hukum

-Daerah-1.285 views
Bertempat Dikediaman Korban Perumahan Habibi Desa Labuha Kecamatan Bacan, Keluaga Korban Menyerahkan Kuasa Kepada 3 LSM, Jum’at (22/11/2019). [ Foto : IL/Fokus Malut ]

LABUHA – Seperti pada pemberitaan awal pada, Sabtu (16/11/2019), “Penambang Nyaris Tewas, Keluarga Korban Sesali Sikap Pemilik Lahan “, Mustain Cun (37), Penambang asal Desa Indong Kecamatan Mandioli Utara yang mengalami kecelakaan tunggal (Laka Tunggal), kini kehilangan tangan kanannya akibat tertindas batu besar saat bekerja didalam lubang tambang pada kedalaman 200 Meter.

Untuk itu, tepatnya pada hari, Minggu (17/11/2019) pukul 19.00 Wit, Mustain Cun (37) harus diamputasi tangannya akibat tangan kanan yang hancur tertindas batu sudah membusuk.

Menurut pengakuan orang tua korban, anaknya tidak mungkin lagi bekerja untuk menghidupi keluarganya, “Mustain sudah berkeluarga dan memiliki 3 anak, 2 diantaranya sudah sekolah, namun hingga saat ini pemilik tambang rakyat yakni Abu Ali, Ati Lapua dan La Idi hanya memberikan santunan berupa bantuan sebesar lima ratus ribu untuk biaya pengobatan,” tuturnya dengan nada sesal.

Orang tua korban, Cun M. Dali (72) kepada media ini menuturkan jika anaknya telah kehilangan segalanya, “selaku orang tua sangat menyesalkan sikap dari majikannya. Kami sangat membutuhkan tanggungjawab dan perhatian selaku majikan,” tutur Aba Cun sapaan akrabnya saat ditemui di RSUD Labuha, Senin (18/11/2019) lalu.

Dia juga mengatakan saat ini pihak korban telah memberikan kuasa kepada tiga lembaga diantaranya, Lembaga Investigasi Negara (LIN), Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat) (LIRA) dan LSM Peduli Pembangunan untuk ditindaklanjut persoalan ini ke ranah hukum.

Cun M Dal (Ayah Korban) mengatakan, beberapa waktu lalu keluarganya diancam oleh penambang yang ada di Desa Anggai, “ada yang telpon dan bilang gara-gara anak saya penambang yang ada di Anggai khususnya penambang asal Indong di PHK,” kata Cun kepada Focus Malut saat ditemui dirumahnya, Jum’at (22/11/2019).

Cun juga mengatakan, kejadian ini diam-diam dilakukan penyelesaian oleh oknum yang mengaku telah diberikan kuasa oleh korban. Sehingga penyelesaian itu disepakati diselesaikan secara kekeluargaan oleh Abu Ali dan Wiratma Nelza Akmal selaku pihak kedua yang memiliki lokasi tambang emas.

Selain itu, pihak korban dalam waktu dekat juga akan mengembalikan uang sebesar 34 juta ke majikan korban, karena dianggap tidak ikhlas dan telah memutus hubungan kerja (PHK) dengan para penambang.

Terpisah, Ketua LSM Peduli Pembangunan Nasarudin Kausaha menegaskan, kasus ini menyangkut dengan hajat hidup seseorang, “apalagi menyangkut dengan korban yang telah diamputasi tangannya. Selain itu majikan korban sejak awal juga tidak memberikan perhatian khusus kepada korban,” sebut Nasarudin

Persoalan ini, lanjut Nasarudin sudah dikuasakan kepada kami sehingga dalam waktu dekat juga Tim Investigasi bergerak menuju lokasi TKP, “setelah itu kami akan tindak lanjuti persoalan ini ke Polres dan tembusan ke Polda,” tandasnya. [ IL Fcs ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *