oleh

Sidak Pembangunan Pasar Makdahi, DPRD Temukan Proyek Bermasalah

-Daerah-1.117 views
Komisi II dan III DPRD Kepsul, Saat melakukan Sidak di Pasar Rakyat  Makdahi di Desa Fatce

SANANA – Komisi II dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten (Kab) Kepulauan Sula (Kepsul) menemukan sedikit keganjalan pada pekerjaan proyek pembangunan Pasar Rakyat  Makdahi di Desa Fatce.

Pembangunan Pasar Rakyat Makdahi yang melekat di Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian Perdagangan Kepsul itu, dikerjakan oleh PT. Program Inasko Cipta Bersama, proyek pembangunan pasar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 5,6 miliar.

Saat Komisi II dan III DPRD Kepsul melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), pada Jumat (1/02/19), menemukan ada kejanggalan dalam pekerjaan pasar yang dinilai tidak sesuai gambar yang telah ditentukan, sehingga menjadi perhatian Komisi II dan Komisi III.

Wakil Ketua Komisi III Kadir Sapsuha yang ditemui saat melakukan Sidak di Pasar Rakyat Makdahi, mengatakan, kalau sesuai gambar, pembuatan meja jualan harusnya menggunakan slof, tapi yang dikerjakan saat ini tidak menggunakan slof, sehingga pekerjaannya sudah keluar dari gambar yang sudah ditentukan.

“Kami minta kepada kontraktor agar meja yang dikerjakan menggunakan slof, sehingga memenuhi standar yang sudah ditetapkan, apalagi lokasi pasar merupakan lokasi timbunan, sehingga penggunaan slof sangat penting untuk menahan beban,”ungkapnya.

Ia menambahkan, slof meja sangat penting dibuat, karena ditakutkan terjadi gempa, maka meja yang dibangun bisa rusak, karena tidak ada penahan getaran ketika terjadi gempa.

“Kita tidak ada maksud apa-apa, tapi yang kita inginkan pekerjaan sesuai RAB, sehingga rakyat bisa nyaman dan menikmati serta memanfaatkan pembangunan yang ada,” katanya.

Disinggung terkait penggunaan besi polos dan tidak menggunakan besi ulir, Kadir mengaku tidak masalah, karena besi polos yang kekuatannya cuma empat urat ditambah menjadi enam urat, sehingga bisa menambah kekuatan atau keseimbangan.

“Untuk penggunaan besi tidak masalah, karena ada penambahan besi polos menjadi enam urat,” jelasnya.

Terpisah Kontraktor Pembangunan Pasar Rakyat Makdahi Herman Thes ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya akan memenuhi permintaan DPRD, sehingga tidak ada masalah.

“Pembangunan pasar ditargetkan selesai pada Maret mendatang,” katanya. (JG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *