oleh

Tak hanya Serobot Lahan Warga, PT. Mahakarya Hutan Indonesia Juga Serobot Tanah Adat

-Kabar Utama-4.282 views
Kimalaha Wasile (Lolobata) Hadun H. Ishak

MABA – Setelah ditelusuri lebih dalam, tak hanya lahan milik warga desa Hilaitetor yang di caplok oleh PT. Mahakarya Hutan Indonesia, namun perusahaan yang beroperasi sejak bulan juni 2018 ini juga menyerobot tanah adat di Wasile Lolobata.

Hal ini diakui langsung oleh kepala adat Kimalaha Wasile (Lolobata) Hadun H. Ishak, menurut kepala adat, PT. Mahakarya Hutan Indonesia telah menyerobot lahan milik warga bahkan masuk di tanah adat tanpa izin

“Saya kecam tindakan PT. Mahakarya karena telah menyerobot lahan milik warga dan tanah adat kami tanpa izin,” tegas kepala adat Kimalaha Wasile Lolobata ini, Sabtu (22/12/2018) kemarin.

Menurut Hadun, sebelum perusahaan  PT. Mahakarya Hutan Indonesia beropresi, telah ada kesepakatan yang dibuat antara 8 desa dan pihak perusahaan. Kesepakatan itu kata jepala adat, diantaranya adalah, Perusahaan harus mengutamakan pekerja atau kariawan putra daerah dan hal itu telah disetujui, namun pihak perusahaan mengingkarinya.

“Sampai saat ini, perusahaan tidak menepati janjinya. Bahkan di saat perusahaan mulai beroperasi, mereka tidak pernah minta izin kepada adat, padahal hutan ini adalah hutan adat,” kata kepala adat saat diwawancarai beberapa media di desa Lolobata, kecamatan Wasile Tengah kabupaten Halmahera Timur.

Untuk itu, lanjut dia, jika PT Mahakarya Hutan Indonesia tidak menepati janjinya,  maka ia sebagai ketua adat meminta pihak perusahaan agar segera angkat kaki dari bumi Wasile,” kecam dia. Tak sampai disitu Hadun juga mengancam akan memboikot aktifitas PT. Mahakarya Hutan Indonesia serta akan mengusir para pekerja dengan pasukan adatnya, jika pihak perusahaan tidak segera angkat kaki.

“Sebagai Kimalaha (Kepala Adat), saya akan undang 8 desa yang ada di kecamatan Wasile untuk rapat adat, karena saya selaku pemimpin di sini, punya hak penuh untuk tanah adat, jika ada oknum masyarakat yang membawa bawa nama adat ke perusahaan, maka dia akan berhadapan dengan saya dan masyarakat adat. Kami akan tunjukan siapa masyarakat adat itu ke mereka,” tegasnya lagi.

Hutan Adat, yang dirusaki oleh Pihak Perusahaan PT. Mahakarya Hutan Indonesia

Sampai berita ini dipublis, belum ada tanggapan dari pihak perusahaan baik dari Humas maupun direksinya.

Sekedar di ketahui, PT. Mahakarya Hutan Indonesia beroprasi pada bulan Juni 2018 dan mengantongi izin pemanfaatan hasil hutan kayu dari kementerian kehutanan dan penanaman modal RI, dengan luas lahan 35.000 HA.

(pan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *