oleh

Takut Tsunami Usai Gempa, Warga Desa Pigaraja Hingga Pesisir Labuha Pilih Mengungsi

-Daerah, Halmahera-1.393 views
Ilustrasi

Halsel, FocusMalut.com – Warga desa Pigaraja Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada Sabtu malam 5 Januari 2019, memilih mengungsi ke tempat aman setelah diguncang gempa bumi 5,4 Skala Ricter, dengan pusat gempa pada 78 km Barat Laut Halmahera Selatan.

Muksin Manui mengatakan, kepanikan warga muncul karena adanya gempa rentetan menguncang Wilayah Halmahera Selatan sejak pagi hingga malam, sebanyak 32 kali gempa bumi.

“Semua warga desa Pigaraja mengungsi ke dataran tinggi, terutama anak-anak dan ibu-ibu. Meskipun ada yang masi bertahan tapi itu sebagian kecil,” ungkap Muksin Manui salah satu warga desa Pigaraja saat dihubungi Media ini, (5/1/2019) Sabtu malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), Kabupaten Halamahera Selatan, Syamsi Subur, mengungkapkan seluruh warga pesisir Labuha, memilih mengungsi lantaran rentetan gempa yang terjadi sejak pagi hingga malam.

“Meskipun kami sudah memberikan informasi tak berpotensi tsunami, warga tetap lebih memilih mengungsi karena mengikuti berbagai informasi kejadian isu tsunami yang melanda Indonesia akhir tahun kemarin,” kata Syamsir.

Hingga malam ini, warga masih memilih mengungsi ke lokasi daerah ketinggian, masjid, maupun rumah sanak saudara mereka. Selain itu, dia belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan dan korban jiwa.

Untuk menampung pengungsi, pemerintah daerah setempat telah membuka beberapa pos pengungsian kepada warga dengan menggunakan ruangan kantor pemerintah setempat. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *