oleh

Kejari Halsel Bakal Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Kantor Rektorat STP

-Hukrim-2.168 views
Sejak 2019 Lalu, Kasus Ini Suda Ditangani Kejari
Kasi Intel Kejari Halsel, Ridwan Marban, SH

HALSEL –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan, bakal menelusuri kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan kantor Rektorat Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha senilai Rp 4,4 Miliyar.

Kasi Intel Kejari Halsel, Ridwan Marban, mengungkapkan dilihat dari progress pekerjaan setelah dibayarkan 100 persen ternyata  disana tidak sesuai dengan fakta dilapangan, sebagaimana melalui Berita acara Penilaian Hasil Pekerjaan/Penyerahan Pekerjaan (PHO) Nomor 420/5600/2016 Tanggal 30 Desember 2016 dan telah dibayar 100 persen pada tahun 2016 dengan uang muka dan tiga kali termin pembayaran.

“Nanti kami telusuri, karena ini sepertinya tahun 2016,” ujar Kasi Intel Kejari Halsel, Ridwan Marban, Rabu  (12/2/20).

Ridwan mengungkapkan,modus kontraktor ataupun Pemda untuk mengejar batas waktu, mereka melakukan pencarian dulu 100 persen, padahal fakta dilapangan berbeda.

“Biasa modusnya itu, mengejar pencairan dulu jangan sampai dikebalikan ke kas daerah. Kita akan telusuri karena sejak dibangun tidak ada perubahan padahal sudah pencairkan 100 persen,” tegas Ridwan

Sekedar diketahui, kasus yang diduga melibatkan sejumlah pejabat di kabupaten Halmahera Selatan ini pernah ditangani Kejari Halsel pada tahun 2019 lalu, bahkan sudah memeriksa sejumlah saksi yang diduga terkait proyek tersebut. Namun hingga saat ini tidak diketahui, apakah kasus itu dilanjutkan ataukaah masih jalan ditempat.

Informasi yang beredar, Kejari Halsel waktu itu terkesan mendiamkan kasus ini karena melibatkan keluarga petinggi pemerintahan Halsel.

Ketika itu pada tahun 2019 pihak Kejari telah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak yang terkait kasus tersebut sebagai saksi.

Kejari Halsel, Cristian Charel Ratuanik (almarhun) kala itu  mengatakan, pihak yang menangani proyek pembangunan Kantor Rektorat STP Labuha telah dipanggil

“Kita sudah panggil dan mintai keterangan kepada sejumlah pihak  terlibat proyek tersebut ,” ujar Cristian waktu itu.

Menanggapi hal ini, praktisi Hukum Univeritas Khairun, Abdul Kader Bubu meminta Kejari Halsel membuka kembali kasus tersebut, dan segera menetapkan siapa saja yang menjadi tersangka. Kasus ini jangan diamkan, harus diusut tuntas.

 “Saya minta Kejari Halsel yang baru jangan terlalu lama untuk mengungkapkan siap dalangnya.  Panggil dan periksa saja kontraktor dan kepala Dinas Pendidikanya yang saat itu  menjabat.  Dia diyakini mengetahui soal proyek itu. Jangan sampai orang lain yang ‘dikorbankan’ sementara pelaku utamanya lolos dari jerat hukum,” tutur Dade sapaan akrabnya.

Dade juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menelusuri dan mengusut kasus ini sampai tuntas.

(bz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *