oleh

KPU Halteng Gelar PSU di Dua Kecamatan

Ketua KPU Halteng, Abubakar Ibrahim

WEDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Tengah akan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di 3 TPS yang ada dua kecamatan yakni Kecamatan Patani Utara Desa Blifitu TPS 1 dan Kecamatan Weda desa Were TPS 7 dan TPS 7 Desa Fidy Jaya.

Ketua KPU Halteng Abubakar Ibrahim, mengatakan, pelaksanaan PSU di dua kecamatan, seperti yang terjadi di kecamatan Patani Utara pada TPS 1 desa Brifitu adalah terjadi pelanggaran administrasi pemilu. Dimana  pelanggaran administrasi itu dilakukan oleh KPPS yang menyerahkan dua kertas surat suara (SS) kepada 80 wajib pilih untuk di coblos, jenis dua kertas Surat  Suara yang di serahkan KPPS adalah DPRD provinsi dan Kabupaten Halteng Dapil II.

Sedangkan PSU di TPS 7 desa Fidy Jaya dan TPS 7 desa Were Kecamatan Weda disebabkan adanya sebelas warga di dua TPS yang di perbolehkan oleh KPPS untuk mencoblos tanpa memenuhi syarat administrasi.

“Lima orang TPS 7 Fidy Jaya dan enam orang TPS 7 desa Were mereka mengunakan KTP luar daerah untuk melakukan pencoblosan. Padahal pemilih yang di luar wilayah Halteng dan bukan domisili desa tersebut harus mengunakan A5 yang di keluarkan KPU, A5 sebagai syarat surat perpindahan memiih dari kabupaten/desa lain ke kabupaten/desa yang berhak memilih,” kata Ketua KPU Halteng Abubakar Ibrahim kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu(21/4/2019) tadi .

Menurut Ketua KPU, PSU dilakukan atas tindaklanjut surat rekomendasi Panwaslu Kecamatan Patani Utara dan Panwaslu Weda tentang PSU. Dengan demikian, KPU Halteng telah mengeluarkan Surat keputusan NOMOR : 21/HK.03.1-Kpt/8202/Kab/IV/2019.Tentang pemungutan suara ulang(PSU).

“PSU dilaksanakan di 3 TPS Dua Kecamatan pada Kamis (25/4/19) mendatang. Khusus untuk TPS 7 desa Were hanya melaksanakan PSU Presiden dan Wakil Presiden

(iLx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *