oleh

Panwascam Weda Rekomendasikan PSU Dua TPS

Suasana pemilu disalah satu TPS yang ada di kota Weda

WEDA – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Weda merekomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal tersebut, dilakukan karena adanya kesalahan administrasi.

Ketua Panwascam Weda Ali Munanjar mengatakan, TPS yang direkomendasikan untuk PSU adalah TPS 07 Desa Fidy Jaya dan TPS 07 Desa Were Kecamatan Weda

“Untuk TPS  07 desa Fidy Jaya dan TPS 07 desa Were Kecamatan Weda sudah direkomendasikan kepada KPU Kabupaten Halmahera Tengah,” tutur  Ali, Jumat (19/4/2019) tadi.

Dijelaskan rekomendasi PSU di TPS 07 desa Fidy Jaya dan TPS 7 desa Were Kecamatan Weda dikeranakan adanya sebelas warga di dua TPS yang diperbolehkan mencoblos oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tanpa memenuhi syarat administrasi

“ Lima orang TPS 7 desa Fidy Jaya dan enam orang di TPS 7 di Desa Were yang mengunakan KTP luar daerah melakukan pencoblosan. Padahal ini pelanggaran administrasi karena KTP luar daerah Halteng yang bukan berdomisili di dua desa tersebut,” tegas Ali

Seharusnya lanjut Dia, pemilih yang di luar wilayah Halteng dan bukan domisili desa tersebut harus mengunakan A5 yang di keluarkan oleh KPU. A5 kata Ali sebagai syarat surat perpindahan memilih dari kabupaten/desa lain ke kabupaten/desa yang berhak memilih.

Surat rekomendasi panwascam kepada KPU Halteng melalui PPK weda untuk di lakukan PSU

Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan Panwascam Weda kepada Ketua KPPS kedua TPS menyebutkan tidak mengetahui bahwa Daftar Pemilih Khusus (DPK) di bolehkan Pengunaan KTP dari luar daerah Fidy Jaya.  Karena pengakuan ketua KPPS pada waktu Bimtek yang diadakan KPU tidak ada keterangan seperti itu, sehinggah tidak mengetahui pengunaan KTP dari luar desa domisili yang tidak terdaftar di DPT bole menyalurkan hak pilih dengan mengunakan KTP dari luar tanpa mengunakan A5 dari KPU,” ungkapnya.

Dengan demikian ke sebelas warga di 2 TPS yang ditemukan mengunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) luar daerah Halteng serta ditemukan melalui dafta hadir(Formulir 7) dan Daftar Pemilih Khusus,(DPK). Maka Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Weda merekomendasikan kepada KPU Halteng untuk dilakukan PSU.

“Suratnya sudah di kirim ke KPU Halteng dengan Nomor surat :KEP.002/01/PWS-WD/IV/2019. Saat ini Kami panwascam menunggu jawaban dan jadwal dari KPU,” jelas Ketua Panwascam Weda Ali Munanjar.

 (iLx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *