Para guru, katanya, menyadari bahwa mereka telah meninggalkan tugas mengajar selama berunjuk rasa itu. Namun mereka berkomitmen menggantinya di hari lain sehingga para siswa tetap mendapatkan pelajaran.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pejabat Pemerintah Kabupaten Garut yang menerima perwakilan pengunjuk rasa. Perwakilan guru honorer secara bergantian berorasi di halaman gedung DPRD.
