oleh

Peserta Penyuluh Agama Padati Kantor Kemenag Halsel

-Daerah-1.769 views
Ratusan Peserta Penyuluh Agama Saat Mendengarkan Arahan Dari Kasi Bimas Sebelum Mengambil Nomor Test. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

LABUHA – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Selatan dalam waktu dekat akan melaksanakan tes tertulis dan wawancara terhadap peserta penyuluh agama Islam Non PNS tahun anggaran 2020-2024.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas) Kemenag Halsel, Hamdi Berhert, kepada media ini menuturkan pelaksanaan tes tertulis dilaksanakan di Madrasah Alkhairat Labuha.

Hamdi bilang, sesuai Juknis Dirjen Islam pelaksanaan tes tanggal 6 November 2019 sekaligus dengan tahap wawancara, namun sampai saat ini soal tes belum ada.

Sehingga pelaksanaan tes dimulai pada hari Minggu, 8 November 2019 dan pelaksanaan tes wawancara pada hari Senin-Selasa, 9/10 November 2019, ” tetapi tidak menutup kemungkinan juga maka ditambah satu hari lagi untuk tes wawancara,” kata Hamdi saat ditemui diruang kerjanya, Senin (2/12/2019) kemarin.

Hamdi mengatakan, tingginya peminat pada calon penyuluh agama Islam membuat panitia semakin fokus dalam pelaksanaan tes dan wawancara.

Pasalnya, kuota Penyuluh agama Islam Non PNS Kemenag Halsel tahun 2019 sebanyak 168 orang, terdiri dari 30 Kecamatan. Selain itu, peminat yang telah memasukan berkas sebanyak 703 peserta, terdiri dari tamatan SMA/MA 329 orang, S1 sebanyak 369 orang, S2 sebanyak 3 orang dan S3 sebanyak 2 orang (Kandidat Doktor).

Kasi Bimas Islam juga menambahkan bahwa, tim penguji yang mewawancarai pesera terdiri 3 orang, “sehingga per satu orang tim penguji harus mewawancarai peserta sebanyak 233 orang,” tambahnya.

Penyerahan Nomor Test Peserta Penyuluh Agama Islam Non_PNS Secara Simbolis, Kasi Bimas Hamdi Berhert Kepada Perwakilan Peserta Test. [ Foto : IL/Fokus Malut ]

Untuk tes wawancara terdiri dari tes membaca Al-Qur’an, Praktek Sholat dan Ceramah.

“Panitia telah menyiapkan beberapa materi diantaranya, Materi tentang Zakat, Wakaf, Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, Pembinaan Keluarga Sakinah, Aliran sempalan dan radikalisme, Pemberantasan HIV dan Narkoba, Kerukunan Umat Beragama dan yang terakhir Produk Halal, dari kedelapan materi atau topik tersebut nantinya akan dipilih salah satunya oleh para peserta untuk disampaikan dihadapan panelis,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Halsel, Drs. La Sengka La Dadu, M. Pd.I, menyampaikan perekrutan tenaga penyuluh agama Islam Non PNS sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 927 Tahun 2019, yang mana rekrutmen ini bersifat terbuka.

“Ini artinya siapa saja bisa mengikuti tes asalkan memiliki kelengkapan berkas sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan,” tegas La Sengka saat dikonfirmasi media ini, Selasa (3/12/2019).

Kankemenag juga berpesan kepada seluruh panitia seleksi agar bekerja dengan baik, amanah, mengedepankan integritas dan profesionalisme agar dapat melahirkan sosok penyuluh agama Islam yang memiliki kompetensi serta dapat diandalkan dalam membimbing umat.

Ia berharap, pelaksanaan tes ini tidak mengalami hambatan, sehingga target waktu pelaksanaan tes tertulis dan wawancara dapat berjalan dengan baik sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan. [ IL Fcs ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *